Ingin punya PAYUDARA BESAR ? Klik di SINI!
Powered by MaxBlogPress  

Bagaimana hubungan antara budaya Arab dan budaya Islam

Taman Budaya Jawa Barat on Its 18 Years Old
Budaya

Image by Ikhlasul Amal
Taman Budaya Jawa Barat (West Java Culture Park) was built in 1991 on Jalan Bukit Dago Utara, Bandung of West Java. Yesterday evening, 25 April, they celebrated 18 years anniversary: inviting some artists for evaluation and exhibiting some stage performances by community clubs.

Representatives of Dept. Culture and Tourism asked people to participate in local West Java culture development. Local culture is expected to co-exist with global’s influences and respect each other.

Question by aravis: Bagaimana hubungan antara budaya Arab dan budaya Islam
Jika dideskripsikan dlm bahasa matematika, di mana budaya Arab dimisalkan sbg himpunan A dan budaya Islam sbg himpunan I, pernyataan manakah yg paling tepat untuk menggambarkan hubungan keduanya:
a. A ekuivalen dg I
b. A adalah subhimpunan dari I
c. I adalah subhimpunan dari A
d. A berpotongan dg I (A ? I) di mana ada satu atau lebih elemen yg sama2 dimiliki oleh A dan I, tetapi selebihnya berbeda

Jika a, bisakah saya simpulkan bhw seseorang tdk bisa menjadi sangat Islami tanpa menjadi sangat kearab-araban? Apa alasannya?

Jika b, bisakah anda memberikan contoh budaya non-Arab yg diadopsi oleh Islam?

Jika c, bisakah saya simpulkan bhw budaya Islam harus berkembang dalam koridor perkembangan budaya Arab? Dg kt lain, budaya Islam tdk dpt berkembang jika budaya Arab tdk berkembang terlebih dahulu. Konsekuensinya, Islam tdk bisa menyerap budaya lain selama budaya itu blm berakulturasi dg budaya Arab.

Jika d, apakah setiap budaya Arab yg diadopsi oleh Islam telah melalui proses pemaknaan ulang shg memiliki nilai spiritual tertentu atau hanya diserap apa adanya? Cthnya, pemakaian jilbab, memelihara jenggot, dsb. Jika ya, bisakah anda menjelaskan makna spiritual di balik setiap budaya yg diserap tsb? Jika tidak, apa faedahnya org2 Islam non-Arab mengikuti budaya tsb?

Silakan tanggapannya.

Terima kasih. ^^

Best answer:

Answer by Janto S
Lahirnya agama, karena terdesaknya manusia atas perilaku komunitas manusia di daerahnya yang brutal/jahiliyah dan sangat dipengaruhi oleh alam dimana agama itu dilahirkan. Disamping unsur alam yang dominan tetapi juga unsur haegemoni ikut berperan.
Berbagai bangsa yang merasa mereka yang paling hebat seperti: Jerman, Adolf Hitler dengan Uber Ales, Inggris dengan Britain Rules The Wave adalah unsur2 haegemoni, demikian juga bangsa Jepang dengan konsep2 mereka. Orang Arab juga memiliki rasa tersebut, sehingga tidak ada Al Qur’an yang boleh dibaca dengan bahasa asing, mis: untuk bersembahyang, meskipun kita semua tahu bahwa Tuhan adalah maha tahu dan mengerti segala bahasa??!!
Persaan bahwa mereka adalah bangsa yang paling hebat/cerdas/baik dll; ada yang secara langsung diketengahkan tapi lain lagi orang arab, mereka melalui agama/dogma. Coba saja anda bayangkan, bahsa arab berkumandang 5X sehari di berbagai penjuru dunia dalam mengumandangkan azan, kalau sebagai orang arab apakah anda bangga? …… Tapi ma’af mungkin saja TIDAK, karena sikap mental manusia Indonesia yang terbelakang dan pola pikir keliru yang mengakibatkan bangsa kita tidak pernah maju dan memiliki pola pikir Xenomania, hanya menjadi bangsa tempe yang di-injak2 bangsa lain karena pemerintahnya pun bermental seperti itu sehingga tidak ada usaha untuk mengubah dasar pola pikir anak bangsa melalui pendidikan yang benar. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bangga/cinta terhadap budayanya.
Semoga bermakna.

Add your own answer in the comments!

Incoming search terms:

  • pengertian budaya arab
  • taman budaya dago
  • contoh budaya islam
  • budaya arab dan budaya islam
  • Taman Budaya Jawa Barat
  • budaya arab penjajah budaya jawa
  • tradisi arab pra Islam
  • apa yang dimaksud dengan budaya arab
  • contoh budaya arab
  • keterkaitan budaya arab dengan budaya islam
Posted in Budaya | Tagged as: , , , , , | 10 Comments

10 Responses to Bagaimana hubungan antara budaya Arab dan budaya Islam

  1. dnk.leowijaya says:

    jadi begini mas….
    agama tidak ada hubungan nya dengan suku bangsa dan adat dan istiadat…
    jadi tidak ada pemahaman seperti yang anda paparkan di atas..

    suku adat dan istiadat adalah suatu sikap dan prilaku yang terjadi karena kebiasaan sehari-hari.. dan akhirnya menjadi tradisi…

    sedangkan agama adalah bersal dari tuhan yang esa.. dan sifat nya mutlak…

    sehingga agama tidak bisa harus mengikuti adat dan istiadat setempat atau suatu daerah…

    karena agama pada dasar nya sudah mempunya hukum dan ketentuan sendiri yang tidak dapat di rubah-rubah….

    sedang kan suku adat dan istiadat sifatnya berubah-ubah..
    dan termakan oleh jaman dan waktu yang berganti…

    sehingga peran suku bangsa dan adat istiadat tidak memberi pengaruh apa-apa terhadap suatu agama terutama islam..

    tetapi islam lah yang banyak berpengaruh terhadap suatu perkembangan suatu suku bangsa ..adat dan istiadat…

    contoh.. kebiasaan orang arab sebelum adanya islam.. adalah harus mengubur anak perempuan mereka hidup2..karena mempunyai anak perempuan adalah aib bagi pemuka orang arab..
    tetapi sejak adanya islam.. kebiasaan itu di hapuskan…

    bahkan banyak dari negara-negara berkembang yang mempraktekan faham islam..

  2. farid_vanwasch says:

    jawabannya : D
    alasannya : coba anda pelajari sendiri. karena kalo saya uraikan disini, nanti akan ada pertentangan dari yang lainnya. atau anda tujukan ke email saya nanti saya jawab secara pribadi.

    coba jangan hanya melihat islam saja. bukankah kristen lahir dari tradisi romawi(latin)-yahudi? mulai dari doa-doa dalam bahasa latin, pemakaian nama baptis yang berbau romawi, (Xaverius,Petrus dsb) pemusatan pimpinan gereja katolik di Roma dsb. bukankah budha juga lahir dari tradisi india yang kemudian berinteraksi dengan budaya lokal lainnya? begitu pula hindu.

    coba pertanyaan2 anda tadi ditujukan ke agama selain islam. bisakah sebuah agama lepas secara total dari budaya tempat dia diturunkan?bila yesus mengajarkan injil ke bangsa Yahudi, tetapi meninggalkan semua tradisi yahudi, apakah dia akan diterima?bila konstantin memakai total tradisi kristen tanpa menyesuaikannya dengan budaya Romawi, apakah kristen akan diterima menjadi agama resmi Romawi timur?
    cobalah lebih obyektif

  3. matahari terbit says:

    A=B
    C=B
    :.A=C

  4. jundi.allah says:

    .

    > Jawabannya D..

    > Ga musti semua orang Islam pake Gamis atau sorban …

    > Atau ke mesjid pake Onta ??

    > uuhhh .. keburu maghrib …

    .

    > Apa semua orang kristen harus percaya sinterklas ?

    .

  5. batosai says:

    Dear mbak,

    saya mungkin akan mencoba lebih hati-hati dalam mengomentari agama lain, karena dalam komentar itu akan terbaca jelas apakah kita menghormati apa yang kita komentari itu.

    Saya tidak tahu dari mana anda menarik kesimpulan bahwa wanita memakai jilbab adalah untuk mengikuti budaya arab dan saya tidak bermaksud menghakimi anda, sebagaimana saya tidak ingin mengambil kesimpulan bahwa budaya mabuk-mabukan dan minum alkohol adalah budaya kristen karena yesus melakukannya, bahkan merubah air yang sehat menjadi anggur yang memabukan.
    Mohon maaf jika ada kata yang tidak berkenan.

  6. kuring says:

    Umar bin Khathtab berkata:

    “Tali ikatan agama bisa terurai satu-persatu, bila ada generasi Islam yang tidak mengetahui seluk-beluk masa Jahiliyah”.

    Sebagaimana dalam firman Allah,

    Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayatNya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata. (QS Al Jumu’ah : 2).

    Syaikh As Sa’di menjelaskan:

    “Allah mengingatkan mereka tentang karunia besar yang mereka raih. Sebab sebelumnya, mereka sama sekali tidak mempunyai kitab samawi. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata dengan menyembah pepohonan, berhala dan bebatuan, berakhlak bagaikan binatang buas, yang kuat memangsa yang lemah. Kemudian Allah mengutus kepada mereka seorang rasul untuk membacakan ayat-ayatNya yang mengantarkan mereka menuju keimanan dan keyakinan, juga menganjurkan mereka untuk berperangai yang baik, menjauhi kebiasaan yang buruk”.2

    simak mengenai kejahiliyahan bangsa arab :
    http://blog.vbaitullah.or.id/2007/02/21/848-krisis-sosial-pada-masa-jahiliyah-telah-menjajah-wanita/

  7. Ryan says:

    yang aku tahu..

    jadinya begini..
    orang Arab dimasa sebelum Islam..itu
    orang yang paling barbar … setuju?
    orang paling bejat moralnya …setuju?

    begitu ada Islam…
    Orang Arab itu daya ingatnya sangat kuat …. setuju?
    Orang arab itu jadi gemar perang…setuju…?
    Orang arab jadi penjajah ..?
    Orang arab jadi benci yahudi…?
    Orang arab masih banyak yang Buta Huruf?

    tambahkan sendiri… (tentang orang arab)

  8. Eyang Kakung says:

    D.
    Ya. Ada ‘pemaknaan ulang’. Bahasa Islamnya: penetapan syar’i. Jilbab & jenggot BUKAN contoh yang tepat, karena cewek Arab jahiliyah justru kayak seleb (buka aurat).
    Yang tepat adalah: khitan, haji, dan full nyervis tamu. Ada yang dijelaskan makna spiritualnya, ada yang tinggal terima. Bagi non-Arab, yang dilihat bukan budayanya tapi penetapan syar’i-nya (bahwa itu adalah justifikasi dari Allah SWT Yang Mahatahu tentang aturan apa yang cocok buat ciptaan-Nya).

    …dan PASTI berfaedah….
    .
    Semoga paham.

  9. bray says:

    maaf
    saya ngga ngerti matematika

    yang saya tau

    budaya arab bisa jadi islami
    yang islami belum tentu berbudaya arab

    mohon maaf atas kekurangannya
    semoga ALLOH SWT memberimu petunjuk, amin

  10. ir....... says:

    - pendapat pribadi -

    dari keempat pilihan sepertinya yang paling dekat adalah (d)
    budaya arab pra islam diketahui sangat bebas, banyak kebiasaan2 mereka yang menurut ukuran kita sangat tidak baik seperti:

    - Pada musim paceklik dan musim panas, mereka terbiasa melakukan perampasan sebagai sarana hidup.

    - Peperangan antar kabilah untuk merebut sumber mata air menjadi tradisi yang kuat, bahkan berlanjut dari generasi ke generasi. Karena itu, mereka membutuhkan keturunan yang banyak terutama anak laki-laki untuk menjaga kehormatan kabilahnya.

    - Sementara anak perempuan, dalam pandangan mereka dianggap sebagai makhluk inferioritas yang tidak memberikan kontribusi apa pun, maka dengan terpaksa harus dikubur “hidup-hidup” (Ashgar Ali Engineer: 1999:21).

    - Jika malam tiba, mereka mengisinya dengan hiburan malam yang sangat meriah. Sambil meminum minuman keras para penyanyi melantunkan lagu-lagu dengan iringan musik yang iramanya menghentak-hentak dari tetabuhan yang terbuat dari kulit.

    - Dalam keadaan mabuk jiwa mereka melayang-layang penuh dengan khayalan, kenikmatan, dan keindahan. Dan dengan bermabuk-mabukan itu pula mereka dapat melupakan kesulitan dan kekerasan hidup di tengah padang pasir (Badri Yatim dan H.D. Sirojuddin AR:1997:42).

    pasca Islam tentu kebiasaan2 ini dihilangkan bahkan mereka diper-saudara-kan dalam Islam

    namun tidak semua budaya arab pra-islam buruk, ada juga yg masih terus dipelihara beberapa contohnya sebagimana disebutkan Eyang Kakung

    [co-pas]
    apa faedahnya org2 Islam non-Arab mengikuti budaya tsb?

    - harus dibedakan mana yang menjadi budaya dan mana yang menjadi SYARIAT
    SYARIAT wajib diikuti sedang BUDAYA tidak
    Pemakaian jilbab bukanlah budaya tetapi syariat dalam Islam sehingga bila ada orang islam non-arab melaksakannya tidak dikatakan bahwa Ia sedang mengikuti Budaya Arab tetapi Ia sedang melaksanakan Aturan Islam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>