Ingin punya PAYUDARA BESAR ? Klik di SINI!
Powered by MaxBlogPress  

Bukankah Sains adalah salah satu bentuk Agama juga?

Johnny Sain – Atlanta – 1948 Home Satin
Sains

Image by BaseballBacks
Johnny Sain – Atlanta – 1948 Home Satin

Click on ‘View All Sizes’ to download it in full resolution…

Use the BACK button to return to Baseball Backs or click here .

Question by spukhafte fernwirkung …: Bukankah Sains adalah salah satu bentuk Agama juga?
Mungkin tidak kita sadari tapi sains (ilmu pengetahuan) juga memiliki ciri2 sebuah agama/kepercayaan, misalnya:

1. Pada suatu titik bebarapa teori dasar sains belum bisa dibuktikan secara eksperimen/pengamatan, namun teruji benar secara teori (Quark Theory, String Theory, Singularity) yang membutuhkan keyakinan atas teori tersebut.

2.Terdapat unanswered question in science. Seperti halnya dalam A&K, perbedaannya dalam sains manusialah yang harus mencari jawabannya dan bukan rahasia tuhan yang tidak boleh diketahui manusia.

3. Mungkin tidak banyak yang tahu, Sains memiliki figur tuhan, sebelumnya matematik dan logika menjadi Tuhan-nya sains, namun kemudian Relativitas dan Uncertainty Principle menjadi Tuhan-nya sains, dan sekarang Unified Theory, Quantum Dynamics dan Manifolds menjadi pusat dari Sains

4. Science memiliki sejarah pembentukannya, mengalami perbubahan2, memilki nabi2 (ilmuan2 besar) memiliki kelompok2 dan aliran-aliran (royal society, keysenians, dll) perbedaannya sains menerima revisi yang terbukti benar secara teori dan eksperimen meskipun hal tersebut sangat fundamental, agama cenderung menolak segala bentuk revisi.

5. Sains pada tingkatan tertentu menjadi sangat kompleks dan hanya dikuasai oleh ahli-ahli (pendeta2 dan ulama2) yang telah berpengalaman dan terkdidik baik di bidangnya.

6. Sains berkontribusi sangat besar konflik dan perang dan penderitaan, namun juga pada kemajuan kualitas hidup, kesehatan dan kebahagiaan manusia, seperti hal-nya A&K.

7. Sains diyakini dan diterapkan secara konsisten oleh hampir seluruh ummat manusia, siapapun yang pernah menyentuh ballpoint plastik, terkena lampu listrik, menyentuh komputer, makan makanan fast-food, memakai sepatu kets, memakai kacamata, atau apapun juga yang hadir karena kemajuan sains secara tidak langsung meyakini kebenaran dan menjadi pengikut agama sains meskipun tidak disadarinya secara langsung.

8. Sains memungkinkan manusia mencapai hal2 yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan dalam cerita2 kitab suci. (Bepergian ribuan kilometer dalam 1 malam, berbicara kepada orang yang berjarak ribuan kilometer bahkan di orbit bumi, mengirimkan suata ke jutaan orang sekaligus melalui radio, memperpendek umur panen tanaman dari 6 bulan menjadi 1 bulan, mendirikan menara yang menyaingi gunung-gunung, dan suatu saat menguasai kekuatan matahari dan black hole untuk terbang mencapai bintang-bintang)

….. menurut kamu?
———————————–
rada sedih neh … sama jawaban2nya … minim inspirasi dan hasil copy-paste dari khotbah2 yang sudah mulai usang …

ada ngga’ seh user diluar sana yang sungguh2 terinspirasi untuk berani mempertanyakan kebenaran dari A&K sebelum benar2 meyakininya?
——————————————–

Best answer:

Answer by Comevreth
Sains bukanlah salah satu bentuk agama, karena keduanya sangat berbeda.

1. Sains lebih cenderung lahir dari hasil pemikiran manusia, sedangkan Agama adalah lebih bersifat samawiyah.

2. Bahwa sains menjawab pertanyaan “bagaimana”, sedangkan agama menjawab pertanyaan “mengapa”.

3. Sains berurusan dengan fakta, sedangkan agama berurusan dengan nilai atau makna.

4. Sains mendekati realitas secara analisis, sedangkan agama secara sintesis.

5. Sains merupakan upaya manusia untuk memahami alam semesta yang kemudian akan mempengaruhi cara hidup kita, tetapi tidak membuat kita menjadi manusia yang lebih baik. Sedangkan agama adalah pesan yang diberikan Tuhan untuk membantu manusia mengenal Tuhan dan mempersiapkan manusia untuk menghadap Tuhan.

What do you think? Answer below!

Incoming search terms:

  • bentuk agama
  • sains adalah
  • agama sains
  • apakah teknologi yg gagal atau manusialah yang gagal
  • payudara sains
  • sain tuhan
  • sains yang salah
Posted in Sains | Tagged as: , , , , , , , | 11 Comments

11 Responses to Bukankah Sains adalah salah satu bentuk Agama juga?

  1. bhut jokolia says:

    memang banyak kok pemeluknya cuma aku lupa namanya apa

  2. sarmad says:

    Gimana kalau dibalik aja. Agama juga merupakan Sains. Banyak ajaran-ajarannya yang dapat ditelaah lebih lanjut hingga akhirnya menjadi sains.

  3. 233d74l says:

    Komunis dan atheist juga bentuk agama, tuhan atheist dan komunis adalah ‘tidak ada tuhan’

  4. Mothahoo says:

    pertanyaannya panjang lebaaar….

    malas bacanya…..

    tapi mau point nya…

    hahhahhahhha……..

  5. mazzYadi says:

    Ada beberapa fakta yg ingin sy sampaikan :
    1. Sains bisa berbuat salah… contohnya teori Darwin yg belakangan banyak dibantah, terus hasil experimen2 yg gagal.
    2. Isi kitab suci saya Al Qur’an.. saya yakini benar.. sedang sy tidak yakin sains sepenuhnya benar.
    3. Sains adalah alat untuk membuktikan kebenaran agama.. (tentang ini, ada buku Hb. Quraish Shihab yg membahasnya).
    4. Sains adalah hasil karya pemikiran manusia.. sebagaimana kita tahu kecerdasan kita terbatas. Dalam Al Qur’an, ada beberapa kajian ilmiah yg mungkin baru terbukti setelah ribuan tahun surat2 tsb diturunkan..

  6. Hedi R says:

    Bahkan di Inggris sepak bola dianggap sebagian gibolnya agama, so what..?
    Agama itu mengatur umat yang meyakininya agar mereka hidup bahagia di dunia dan akherat, orang yang beragama percaya adanya akherat, karena orang yang sudah memahami agama dengan benar, diyakini bahwa dunia ini sekedar fatamorgana.
    Mestinya sains itu alat untuk memperdalam agama

  7. wani says:

    Singkat aja….Sains dapat mendukung wahyu, namun sains tidak bisa menjadi dasar wahyu.

    ( wahyu itu dari Allah dan ada bahagian2 yang tidak dapat dijelaskan oleh sains )

  8. Opie says:

    Lukas 4:12
    Yesus menjawabnya, kata-Nya: “Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

    ..

  9. getdesk says:

    semua jawaban user diatas itu semakin menunjukkan adanya “god of the gaps” (ruang kosong yang ditempati Tuhan) atau “argument from ignorance” (argumen karena ketidaktahuan/abai).

    Disinilah letak pusat konflik antara sains dan agama. Sains mencari sebab natural sedang agama mencari sebab supranatural.

    Secara konsisten, sains telah menyediakan jawaban atas banyak hal. Ruang yang dulunya ditempati Tuhan perlahan-lahan mulai semakin menyempit. Semakin kita memahami sesuatu, semakin sempit ruang bagi Tuhan untuk beroperasi.

  10. Camaro says:

    Menurut gw:
    Paragraf pertama : masih belum bisa lihat bahwa pada sains ada ciri-ciri agama, seperti yang bung bilang.

    #1 : Gw percaya itu benar. Kalau belum bisa dibuktikan salah, teori itu dipengang benar, dipakai untuk dasar teknologi, sampai teori tsb terbukti salah atau lingkup implementasi teori itu terbatas.
    #2 : Lha, memang banyak unaswered questions in science. Kalau sudah terjawab semua, kita sudah level tuhan. Dan memang manusia lah yang mencari jawabnya, habis kalau bukan manusia, siapa?
    Paradigma “tidak boleh mencari rahasia tuhan” kan asalnya dari interpretasi ayat-ayat “dilarang mempelajari dzat Allah” ato “dilarang mencobai tuhanmu”. Kalao tukang interpretasinya bener sih gpp, gimana kalau dia asbun? Sebagai contoh kata “dzat” yang ada di kitab suci aja tidak ada di kamus besar bahasa Indonesia. Logikanya, mana mungkin interpretasinya benar, wong definisi katanya juga ga ada (maaf ya bung, no offense to your faith).
    #3 : Gw setuju cuma baru sampai matematik dan logika menjadi tuhannya sains. Gw belum punya cukup kemewahan untuk bisa belajar Relativitas dan Uncertainty Principle, Unified Theory, Quantum Dynamics dan Manifolds, karena desakan cari duit. Jadi ga bisa berkomentar.
    #4 : Ya betul. Gw tambahanin lagi agama Kristen kan merevisi interpretasi kitab suci mereka (kalo ga salah text kitabnya juga, bila perlu). Kalau Islam, wah kayaknya lebih berat untuk melakukan itu. Mereka menanggap sudah sempurna, ga ada yang perlu diupgrade.
    #5 : Gw belum pernah ketemu ulama yang jago sains. Kalo pastor bule jago sains pernah gw ketemu. Ga heran, wong dia kerjanya belajar sains melulu.
    #6 : Wah, itu anak kecil juga tahu. Yang lebih menarik adalah pertanyaannya adalah ujung-ujungnya sains itu membawa mayoritas kualitas hidup seorang manusia menjadi lebih baik apa tidak? Ukurannya apa?
    #7 : Mungkin benar, cuma gw belom sempat punya waktu untuk menangkap konsep agama sains yang bung proposisikan. Lagi-lagi, duit jadi kendala.
    #8 : Iya. Pamungkasnya ada di kemampuan menghidupkan sel yang sudah mati, seperti Yesus. Kalau sudah sampai situ, akan terjadi perubahan interpretasi agama yang luar biasa. Hei … gw ga bilang agama salah lho … masih terlalu pagi … tetapi perubahan interpretasi.

  11. Ester Rose says:

    o Salam damai sejahtera bagimu @spukhafte fernwirkung ,
    Agama untuk memperbaiki kelakuan manusia.
    2 Timotius 3:16
    Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.

    Teknologi yang semula kelihatan baik, tapi akhirnya terbukti malah merusak.
    Contoh zat2 kimia seperti freon, plastik. Kemudian obat2 an yang ternyata mempunyai effek samping. Teknologi perang dll

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>