Question by Wong Ndeso93: ilmu sosial versi islam bagaimana menurut anda.?
ilmu sosial made in eropa memebuat strata sosial berdasar kekayaan. martabat berdasar kekuasaan dan harta. padahal islam mengajarkan semua manusia itu sama kedudukannya.
pandangan ini membuat cara pandang bangsa hanya pada kebendaan saja.
tidak mengutamakan keluhuran akhlak. sehingga sebuah korupsi asal tidak di ketahui akan di lakukan. demi mengejar strata yang lebih tinggi.
islam juga punya prinsip sendiri tentang hubungan sosial.
Best answer:
Answer by Juno
Ilmu sosial sebenarnya sangat luas, contohnya ekonomi, psikologi, antropologi, sosiologi,dsb. Persoalan strata pun lebih banyak dibahas dalam sosiologi, terutama terkait dengan stratifikasi dan diferensiasi sosial. Karena itu, saya akan mengklasifikasikannya di sini sebagai sosiologi saja.
Memang betul, Islam memandang bahwa manusia memiliki kedudukan yang sama. Namun, kita jangan melupakan kalau pandangan ini tidak hanya milik agama Islam semata. Eropa juga memiliki pandangan yang sama yang disebut dengan persamaan hak atau universalisme. Lalu mengapa ada kelas sosial? Pada dasarnya, kelas sosial dibentuk sebagai upaya pembatasan masyarakat agar berperan sesuai kelasnya. Semisal kelas buruh berperan sebagai pekerja yang melayani kelas majikan. Pada zaman dahulu, kelas sosial ditentukan oleh gelar dan keturunan, tapi sekarang kelas sosial lebih banyak ditentukan oleh pendidikan dan kekayaan. Sosiologi yang kita kenal, atau yang kamu sebut dengan ‘made in eropa’, menyebut ini sebagai stratifikasi sosial, dan gejala ini terjadi di mana pun, terlepas dari agama apa pun yang dianut masyarakatnya. Di negara berpenduduk Islam pun, fenomena ini juga banyak terjadi. Jadi sebenarnya, sosiologi mempelajari kenapa stratifikasi sosial itu bisa terjadi dan menganalisisnya, bukan membuat masyarakat menjadi memiliki kelas-kelas sosial.
Pandangan yang hanya mengutamakan kebendaan juga bukan dibuat oleh sosiologi Eropa. Pandangan tersebut muncul pada masa renaisans (silakan ikuti link di bawah). Oleh karena itu, tidak tepat apabila dikatakan ilmu sosiologi membuat masyarakat terpaku pada kebendaan saja. Dalam ilmu sosiologi, paham ini disebut dengan sekularisme,dan paham itu ditelaah–bukan dibuat–oleh para sosiolog. Lalu siapa yang membuatnya? Masyarakat Eropa yang melakukannya, tapi bukan ilmunya.
Kalau boleh saya katakan, keadaan sosial yang ideal menurut Islam adalah seperti yang kamu bilang, tidak ada stratifikasi sosial berdasar kebendaan, karena ajaran Islam mengajarkan manusia itu sama kedudukannya. Namun, hal itu sulit dilakukan–saya tidak akan berbicara banyak mengenai kebendaan karena itu menyangkut keduniawian–karena satu elemen: Islam adalah agama. Dalam masyarakat agama apa pun yang dominan unsur agamanya, selalu ada stratifikasi sosial berdasar banyak tidaknya seseorang beribadah–saya lebih senang menyebutnya dengan ketakwaan. Semakin banyak dia melakukan ritual ibadah dan semakin banyak dia berbuat baik sesuai ajaran agamanya, maka status sosialnya akan semakin tinggi di mata masyarakat agama tersebut.
Jadi bagaimana pun, entah disadari atau tidak, status sosial itu akan tetap ada.
Add your own answer in the comments!
Incoming search terms:
- ILMU SOSIAL DALAM perspektif islam
- ilmu sosial dalam islam
- pandangan ajaran islam tentang ilmu sosial
- islam disiplin ilmu dari sudut pandang ilmu sosial
- ilmu sosial dalam agama islam
- islam dan ilmu sosial
- Ilmu sosial menurut islam
- ajaran islam menurut ilmu sosial
- jelaskan ilmu sosial dalam perspektif islam
- ilmu-ilmu sosial dalam islam