Question by Daryl: Indonesia begitu kaya, tapi kenapa banyak yang menderita ?
INDONESIA NEGARA KAYA RAYA
Kaya minyak, tambang dan gas, kaya potensi laut, kaya potensi hutan kaya potensi wisata, kaya tenaga kerja, kaya rempah-rempah, kaya manusia, tanahnya subur, terletak dikatulistiwa, penghubung antara dua benua, begitu kaya sampai bangsa lain mau cape-cape datang untuk menjajah dengan cara kasar (jaman dulu) maupun dengan cara yang haluuuuuus (sekarang)
Arab : Cuma Minyak + Pasir = Makmur
Belanda : Cuma Jagoan Air = Makmur
Jepang : cuma punya semangat =Makmur
Malaysia : sampai perlu nyontek dan nyolong budaya kita = makmur
Jadi Dimana Letak Kesalahannya ?
Best answer:
Answer by Hafidh
Kita dengarkan saran dari Pak Ebiet G. Ade : Coba kita tanyakan pada rumput yang bergoyang, hohoho…
Add your own answer in the comments!
Incoming search terms:
- di indonesia menderita di malaysia kaya
- kenapa negara Indonesia kaya raya?
- malaysia kok kaya 2011
- perda walikota bandar lampung tentang sanksi kepada pemberi pengemis
- potensi laut indonesia yahoo answer
- sebutkan potensi laut indonesia?
- sedekah pangkal kaya
Di negara kita juga = makmur, hanya masalahnya tidak merata. Kemakmuran hanya pada sebagian kecil masyarakat kita (meski tidak semua namun kebanyakan mereka berada pada level ini, yg notabene punya kekuasaan, punya hub dekat dengan penguasa, para pengusaha nakal, karyawan nakal). Coba saja apabila mereka berada di negara yg anda sebutkan, wah pasti mereka tidak akan seperti di negara kita..
Tapi hal demikian bukan kita terus mencontek kelakuan mereka, namun bagaimana kita berada diluar level mereka. Itu yg penting, bukan malah terbawa arus mereka.
Ok trm kasih.
Yang kaya tu koruptor
kita gak ikutan
klo w dah jdi presiden pasti makmur.
-..- : ” heh? kurang makmur gimana …
bukannya harga makanan di Indonesia masih lebih murah dibanding negara2 yang Anda sebut?!!”
O_O: ” tapi yang di pinggir jalan gimana…?”
-..-: ” oh.. itu mah cuma lagi pada latihan teater buat pementasan di kampus bang.”
O_O : “anak yatim dan anjam …?”
-..- : “itu korban orang tua mereka yang gak bertanggungjawab aja kali…”
O_O:”harga beras memangmurah, kan petani kasihan”
-..-:”kalo dimahalin, orang-orang yang lo kasihani tadi makin gak bisa makan dong”
O_O:”maka dari itu… harusnya ada lapangan pekerjaan”
-..-: “upah buruh kasar 25-50rp per hari, upah tenaga ahli 25-50 per jam, jumlah yang pake tenaga ahli sebanding sama kasarnya gak… nggak kan, salah nggak pada sekolah”
O_O:”mau sekolah juga mahal…”
-..-:”SMP sama SD gratis kok.”
O_O: “ada uang gedung tetep, beli buku juga”
-..-: “masuk madrasah ato yayasan kan bisa”
O_O: “nggak semua orang bisa mikir seenteng Anda, semua butuh usaha”
-..- : “keran itu oreng Jepang yang cuma puny semangat bisa makmur, mereka mu nyoba bukan ngeluh dulu…”
O_O:”kenapa Anda jadi melantur?!!!”
-..-: “Orang belanda mau ngolah air karena nggak punya yang diolah”
O_O:”hey!!!”
-..-:”Arab sudah nggak punya tanah buat nanam padi, mereka cari jalan, minyaknya dijual dah”
O_O:”dengarkan dulu”
-..-:”Malaysia, nyontek? sama2 serumpun selain itu saat pertama Malay merdeka bukannya Indo yang batuin jadi guru? mengenalkan apa itu budaya? plagiat memang cara yang mudah itu konsep Asia dalam satu negara”
O_O:”kenapa Anda malah pro Malay!!!”
-..- :”entah… habis di Indo pada bingung, yang punya sawah dan tanah dijual buat beli investasi di kota, jumlah pertani kurang lalu muncul harga gabah murah hidup sebagai petani rugi, kalo gak ada petani mau makan mesin? yang jadi tenaga ahli cuma ngandali cari kerja nggak mau coba buka usaha, yang buka usaha tergiur harta instan lalu binin yang haram, dsb…dsb…dsb… cari jawaban sendiri deh”
siapa bilang kita menderita?
tukang becak aja punya hape….