Buang Sampah Sembarangan

Image by Alwita
Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan tampaknya masih kurang. Hal ini ditunjukkan dengan masih adanya orang-orang yang buang sampah sembarangan.
Padahal, lokasi tempat saya memotret foto di atas adalah di Selecta, tempat wisata di daerah Batu, Jawa Timur.
Mengapa masih ada orang yang membuang sampah sembarangan, padahal sudah disediakan tempat sampah?
Tanya kenapa.
Question by Aki Buyut: Tahukan anda kisah sukses pemberdayaan masyarakat di Negara Dunia ke tiga..?
Menurut Fernandes dan Tandon bahwa Kegagalan pendekatan pembangunan konvensional “Top Down “ selama ini tidak mencapai sasaran. Hal inilah yang menyebabkan munculnya perdebatan mengenai metode yang tepat untuk mendekati berbagai permasalahan pembangunan. Pendekatan pembangunan yang partisipatif sebagai salah satu alternative konvensional dalam upaya mengatasi kelemahan akibat kekuasaan , sumber-sumber kritis dan tehnologi yang dipakai masyarakat pada umumnya.
Ada beberapa asumsi bahwa masyarakat sebagai kunci berhasilnya pembangunan :
1.Bahwa Rakyat adalah focus central dan tujuan akhir pembangunan untuk mendapatkan kebahagiaanya
2.Dengan berpartisipasi dapat menimbulkan rasa harga diri dan kemampuan pribadi masyarakat
3.Dengan partisipasi dapat menciptakan lingkaran umpan balik arus informasi mengenai sikap, aspirasi, kebutuhan dan kondisi daerah.
4.Pembangunan dilaksanakan lebih baik dimulai dari keberadaan masyarakat dan dari apa yang mereka miliki.
5.Partisipasi masyarakat dapat memperluas zona penerima pembangunan.
6.Patisipasi dapat member peluang pada lingkungan yang lebih kondusif secara aktualisasi potensi pada masyarakat serta pertumbuhannya.
7.Dengan partisipasi masyarakat memiliki cara yang efektif untuk membangun kemampuan masyarakat dalam mengelola pembangunan dan dipandang sebagai cerminan yang demokratis terhadap hak-hak individu untuk turut serta dalam membangun diri mereka sendiri.
Lalau bagaimanakan bila pembangunan di Negara ini tidak melibatkan partisipasi masyarakat…? Maka ada beberapa kemungkinan yang akan terjadi :
1.Pemerintah kekurangan petunjuk mengenai kebutuhan dan keinginan warganya.
2.Beberapa investasi yang ditanam tidak mengungkapkan prioritas kebutuhan warganya
3.Sumber-sumber daya public yang langka tidak dapat digunakan secara optimal menjadikan kurangnya kualitas hidup masyarakat kita.
4.Standar-standar dalam merancang pelayanan prasarana ditak lengkap.
5.Fasilitas-fasilitas yang digunakan dibawah kemampuan dan ditempatkan pada tempat yang salah.
Lalau bagaimanakah strategi partisipasi dalam pemberdayaan masyarakat kita yang miskin baik dari asumsi normative, edukatif dan secara teoritis sebagai hukum sebab akibat….?
Bagaimanakah pendapat anda tentang pemberdayaan masyarakat sekarang ini yang dilakukan pemerintah….?
Best answer:
Answer by panjisemirang
Pertanyaan bagus, saya rumuskan dulu ya jawabannya. Kebetulan lagi memikirkan hal yang sama.
Know better? Leave your own answer in the comments!
Incoming search terms:
- kisah sukses pemberdayaan masyarakat
- pemberdayaan masyarakat yang sukses
- ??????????????????????????????????????????????????????????????????
- pemberdayaan berhasil menurut
- pemberdayaan masyarakat pedalaman
- pemberdayaan masyarakat sekarang ini
- pemberdayaan masyarakat suku badui
- pemberdayaan masyarakat yang berhasil
- pemberdayaan suku badui
- pemberdayaan suku baduy
^^
Kalau begitu saya akan menjawab setelah Panji Semirang ya Aki.:-). Kalau cerita Grameen Bank Pak Muhammad Yunus peraih Nobel mau gak? Atau cerita Hernando de Soto yang menjadikan private ownership, landreform, dan reformasi birokrasi sebagai determinan pemberdayaan masyarakat?
Tapi, mari kita terapkan budaya antre…. Silakan Panji Semirang menjawab dulu. Nanti jawaban ini saya lengkapi kalau Aki Buyut mau. Kan masih ada waktu?
suksesnya pemberdayaan masyarakat di tentukan oleh masyarakat itu sendiri.
Pemberdayaan Masyarakat merupakan komponen pokok dalam menentukan kebijakan pembangunan nasional. untuk mencapai peningkatan kapasitas dan sumber daya,agar kebijakan yang di ambil sesuai dengan kondisi riil yang terjadi, diperlukan masyarakat yang mengerti akan potensi dan masalah pada lingkungannya. Disamping itu, juga diperlukan unsur lainnya untuk menentukan arah kebijakan pembangunan lokal.